Angka
1. Notasi Penomoran
Notasi penomoran suatu negara bisa berbeda-beda. Di U.S, penulisannya seperti contoh ini : 4,222.18. Sedangkan di eropa, penulisan akan seperti ini: 4.222,18. Terdapat juga notasi ilmiah yang penulisannya lebih ringkas. Contoh 0,0000623443243 menjadi 6,23443243 x 105. Selain itu juga terdapat notasi engineer yang menggunakan angka nol pada penulisan desimal, contoh 0,212.
2. Analisa Kesalahan Biasa
Angka memiliki kegunaan untuk menghitung sesuatu, dan itu penulisan dilakukan dengan menggunakan bilangan bulat. Selain itu angka memiliki kegunaan untuk mengukur suatu benda dengan suatu alat pengukuran dan hasil yang didapat menggunakan penulisan bilangan real.
Dalam pengukuran terdapat perbedaan2 penting seperti :
· Akurasi(suatu keadaan di mana nilai yang didapat mendekati nilai ‘benar’dan tidak ada kesalahan) dengan presisi(suatu keadaan di mana hasil pengukuran mungkin berulang dan terdapat nilai yang sama.
· Kesalahan yang tidak disengaja(suatu kesalahan seperti kesalahan membaca alat ukur) dengan kesalahan sistematik(suatu kesalahan yang didapat karena cara pengukuran atau penggunaan alat ukur salah)
· Ketidakpastian(suatu keadaan yang diperoleh dari kesalahan yang tidak disengaja dan menandakan kurangnya presisi) dengan error(perbedaan antara nilai yang dihasilkan dengan nilai yang benar)
3. Angka Penting
Angka penting adalah cara penulisan pengukuran dan kita sebagai engineer menggunakan tiga angka penting dalam penulisan. Untuk menentukan jumlah angka penting yang digunakan, digunakan aturan :
1. Angka penting memiliki digit yang akurat, walaupun digit yang terakhir disetujui terdapat kesalahan.
2. Jumlah angka penting tidak termasuk angka nol di belakang desimal
Dalam penulisan angka penting, dilakukan pembulatan untuk mendapatkan jumlah angka penting yang diharapkan. Untuk angka 0 sampai 4 pada digit sesudah angka yang ingin dibulatkan, digit tersebut dibulatkan ke bawah. Untuk angka 5 sampai 9 pada digit sesudah angka yang ingin dibulatkan, digit tersebut dibulatkan ke atas. Contoh : 5,2365 ditulis dengan tiga angka penting menjadi 5,24.
Dalam hasil pengalian dan pembagian angka penting digunakan angka penting yang jumlahnya paling sedikit. Contoh : 2 (satu angka penting) x 2,427(empat angka penting) = 5 (satu angka penting)
Dalam hasil pertambahan dan pengurangan angka penting digunakan jumlah desimal angka penting yang paling sedikit. Contoh : 2,55(2 angka desimal) + 1,352(tiga angka desimal) = 3,90 (2 angka desimal)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar