Senin, 03 Desember 2007

resume tentang entrepreneur

Pada hari Selasa yang lalu, STEI dengan SBM mendapat kuliah bersama Konsep Teknologi di aula timur mengenai entrepreneur. Materi ini dibawakan oleh Pak Buntoro yang merupakan entrepreneur ternama(katanya^^).
Ini isi dari presentasinya Selasa lalu. Tidak semua orang bisa menjadi entrepreneur(wirausahawan). Semua itu hanya bergantung pada pilihan kita dan kesempatan yang ada. Maksudnya, bisa saja kita memang memilih untuk bekerja pada suatu perusahaan daripada bekerja sebagai wirausahawan atau mungkin kita ingin menjadi wiraswasta tapi kita tidakpernah punya kesempatan.
Tapi untuk menjadi seorang entrepreneur diperlukan 2 hal mendasar yang penting, yaitu persiapan dan perencanaan apa yang akan kita lakukan nanti dengan baik serta kemampuan untuk mengeksekusi masalah dengan baik. Sebagai entrepreneur, kita akan memiliki banyak masalah, maka kita harus mempersiapkan diri agar kita bisa menghadapi masalah dengan baik. Selain itu, sebagai entrepreneur, kita sering dihadapkan pada bermacam2 pilihan yang harus kita putuskan, oleh karena itu diperlukan kemampuan untuk menentukan pilihan yang lebih menguntungkan. Jika salah satu tidak terpenuhi, maka dapat menimbulkan kegagalan bagi entrepreneur.
Untuk menjadi seorang entrepreneur kita harus juga memiliki sikap berani untuk mencoba, selalu memotivasi diri jika terjadi kegagalan, dan belajar dari kegagalan. Untuk itu diperlukan ilmu pengetahuan, teknologi, industri, dan bisnis yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam meentukan pilihan. Selain itu diperlukan modal yaitu diri sendiri. Dalam kata lain, entrepreneurship memerlukan adanya 'menjual diri' dalam artian menjual kemampuan dan keahlian yang dapat memberikan sesuatu yang dibutuhkan oleh orang lain.

tugas kontek 5 : angka(saya sdh mempublikasikan bulan lalu,tp ternyata tdk keluar di blog saya,maaf terlambat)

Angka

1. Notasi Penomoran

Notasi penomoran suatu negara bisa berbeda-beda. Di U.S, penulisannya seperti contoh ini : 4,222.18. Sedangkan di eropa, penulisan akan seperti ini: 4.222,18. Terdapat juga notasi ilmiah yang penulisannya lebih ringkas. Contoh 0,0000623443243 menjadi 6,23443243 x 105. Selain itu juga terdapat notasi engineer yang menggunakan angka nol pada penulisan desimal, contoh 0,212.

2. Analisa Kesalahan Biasa

Angka memiliki kegunaan untuk menghitung sesuatu, dan itu penulisan dilakukan dengan menggunakan bilangan bulat. Selain itu angka memiliki kegunaan untuk mengukur suatu benda dengan suatu alat pengukuran dan hasil yang didapat menggunakan penulisan bilangan real.

Dalam pengukuran terdapat perbedaan2 penting seperti :

· Akurasi(suatu keadaan di mana nilai yang didapat mendekati nilai ‘benar’dan tidak ada kesalahan) dengan presisi(suatu keadaan di mana hasil pengukuran mungkin berulang dan terdapat nilai yang sama.

· Kesalahan yang tidak disengaja(suatu kesalahan seperti kesalahan membaca alat ukur) dengan kesalahan sistematik(suatu kesalahan yang didapat karena cara pengukuran atau penggunaan alat ukur salah)

· Ketidakpastian(suatu keadaan yang diperoleh dari kesalahan yang tidak disengaja dan menandakan kurangnya presisi) dengan error(perbedaan antara nilai yang dihasilkan dengan nilai yang benar)

3. Angka Penting

Angka penting adalah cara penulisan pengukuran dan kita sebagai engineer menggunakan tiga angka penting dalam penulisan. Untuk menentukan jumlah angka penting yang digunakan, digunakan aturan :

1. Angka penting memiliki digit yang akurat, walaupun digit yang terakhir disetujui terdapat kesalahan.

2. Jumlah angka penting tidak termasuk angka nol di belakang desimal

Dalam penulisan angka penting, dilakukan pembulatan untuk mendapatkan jumlah angka penting yang diharapkan. Untuk angka 0 sampai 4 pada digit sesudah angka yang ingin dibulatkan, digit tersebut dibulatkan ke bawah. Untuk angka 5 sampai 9 pada digit sesudah angka yang ingin dibulatkan, digit tersebut dibulatkan ke atas. Contoh : 5,2365 ditulis dengan tiga angka penting menjadi 5,24.

Dalam hasil pengalian dan pembagian angka penting digunakan angka penting yang jumlahnya paling sedikit. Contoh : 2 (satu angka penting) x 2,427(empat angka penting) = 5 (satu angka penting)

Dalam hasil pertambahan dan pengurangan angka penting digunakan jumlah desimal angka penting yang paling sedikit. Contoh : 2,55(2 angka desimal) + 1,352(tiga angka desimal) = 3,90 (2 angka desimal)